Manajemen Aset Politeknik Negeri Bandung


Selamat pagi/siang/malam kepada para pembaca.
Salam sejahtera bagi kita semua.

Perkenalkan nama saya adalah Gilbert Andrew Hutubessy. Saya adalah seorang Mahasiswa D4-Manajemen Aset, Politeknik Negeri Bandung angkatan 2019. Pasti banyak yang bertanya, “apasih Manajemen Aset itu?” “ko baru denger ada prodi gitu” dan lain sebagainya. Awalnya reaksi saya juga begitu, tetapi setelah saya dijelaskan mengenai prodi ini oleh teman saya yang juga berkuliah di Manajemen Aset Polban, saya menjadi tertarik dan singkat cerita disinilah saya sekarang. Hal yang membuat saya tertarik adalah Manajemen Aset Polban memeberikan prospek kerja yang bagus untuk kedepannya dan juga lingkungan perkuliahan di Polban yang melatih kita agar terbiasa saat di lingkungan kerja nantinya. Untuk selebihnya, bisa dilihat di profil Manajemen Aset Polban pada tautan berikut https://www.polban.ac.id/akuntansi-niaga/div-manajemen-aset/

  1. MANAJEMEN ASET
Sebelum mengenal manajemen aset, saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan aset.

Aset menurut Dr. A. Gima Sugiama (Sugiama, 2013:15), aset menurut sudut pandang ekonomi adalah barang (thing) atau sesuatu barang (anything) dimiliki oleh seseorang, sebuah organisasi baik swasta maupun pemerintah yang memiliki :

1.       Nilai ekonomi (economic value)
2.       Nilai komersil (commercial value)
3.       Nilai tukar (exchange value)

Aset juga dapat diartikan dari sudut pandang atau perspektif akuntansi (Sugiama,2013:15). Berdasarkan perspektif akuntansi aset adalah kekayaan yang mencakup :

1.       Kekayaan lancar
Misalnya uang kas dan kekayaan lancar lainnya
2.       Aset jangka panjang atau aset tetap
Misalnya real estate, pabrik, peralatan dan perlengkapan
3.       Prepaid and deferred assets
Misalnya asuransi, hak sewa, dan bunga
4.       Harta tak berwujud (intangible assets)
Misalnya merek (trademarks), hak paten, hak cipta, dan nama baik atau goodwill.

Lalu apa itu manajemen aset?

Dibawah ini adalah beberapa definisi dari manajemen aset.

Menurut Dr. A. Gima Sugiama dalam bukunya yang berjudul Manajemen Aset Pariwisata menjelaskan bahwa Manajemen aset adalah ilmu dan seni untuk memandu pengelolaan kekayaan yang mecakup proses merencanakan kebutuhan aset, mengadakan, mneginventarisasi, melakukan aspek legal, menilai, mengoperasikan, memelihara, membaharukan atau menghapus hingga mengalihkan aset secara efektif dan efisien ( Sugiama, 2013:15). Yang dimaksud dengan efektif adalah pencapaian hasil yang sesuai dengan tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan sebelumya, dan yang dimaksud dengan efisien adalah menggunakan sumber daya yang serendah-rendahnya guna mendapatkan hasil yang maksimal.

Menurut Acep Hadinata manajemen aset mencakup proses mulai dari perencanaan sampai dnegan penghapusan (disposal) serta monitoring terhadap aset-aset tersebut selama umur penggunaannya oleh suatu organisasi atau Kementrian Negara/Lembaga (Hadinata,2011:3)

Menurut Hastings (2010),manajemen aset adalah serangkaian kegiatan yang terkait dengan
(1)    mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan aset,
(2)     mengidentifikasikan kebutuhan dana,
(3)    memperoleh aset,
(4)    menyediakan sistem dukungan logistik dan pemeliharaan untuk aset,
(5)    menghapus atau memperbarui aset sehingga secara efektif dan efisien dapat memenuhi tujuan


B. JENIS ASET

Menurut Sugiama (2013:24), aset dibagi kedalam dua kelompok, yaitu kelompok aset berdasarkan bentuknya dan kelompok aset berdasarkan tujuan penggunaanya.

  • Kelompok aset berdasarkan bentuknya. Diantaranya;
1.       Tangible assets atau aset berwujud adalah kekayaan yang dapat dimanifestasikan secara fisik dengan menggunakan panca indera. Contoh aset berwujud antara lain berupa:
-          Tanah atau lahan
-          Bangunan
-          Infrastrukturmisalnya jalan raya, jembatan, irigasi, waduk
-          Peralatan dan perlengkapan pabrik
-          Peralatan dan perlengkapan kantor misal meubel atau furniture
-          Persediaan barang
-       SDA seperti bahan tambang, hutan, air dan sumber daya alam lainnya
 
Hutan Kota di kawasan Pemerintahan Kota Cimahi
(Sumber: Gilbert, 2019)

2.       Intangible assets atau aset tidak berwujud adalah kekayaan yang manifestasinya tidak berwujud secara fisik, yakni tidak dapat disentuh, dilihat, atau tidak bisa diukur secara fisik,namun dapat diidentifikasi sebagai kekayaan secara terpisah, dan kekayaan ini memberikan manfaat serta memiiki nilai tertentu secara ekonomi sebagai hasil dari proses usaha atau melalui waktu. Aset ini antara lain berupa:
-          Hak paten misalnya untuk sebuah formulasi produk
-          Hak cipta atau copyright atas sebuah karya
-          Nama baik perusahaan/organisasi
-          Hak merek dagang
-          Hak atas usaha waralaba atau franchise


Contoh Intangible assets berupa merek dagang
 

Merek Dagang
(Sumber : Google)


  • Kelompok aset berdasarkan tujuan penggunaan dan pemanfaatan aset tersebut. Diantaranya;
1.       Aset untuk tujuan komersial misal aset yang dimiliki perusahaan guna mencari laba. Contohnya aset berupa lahan, bangunan, peralatan dan perlengkapan yang dimiilki oleh hotel yang digunakan untuk kepentingan bisnis/komersial.
2.       Aset untuk tujuan nonkomersial seperti aset pemerintah untuk pelayanan publik. Contohnya aset berupa jembatan, irigasi, jalan, rumah sakit, sekolah, dan lain-lain. Aset tersebut digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bukan untuk mecari laba. 



Pasar Atas Baru Cimahi, sebagai contoh 
aset pemerintah untuk pelayanan publik
( Sumber : Gilbert,2019 )

C. SIKLUS ASET

Menurut Hindrawan,dkk (2006:119) siklus hidup fisik dari suatu aset atau kelompok aset memilikiempat fase, yaitu perencanaan, pengadaan, operasi dan pemeliharaan, serta penghapusan

Siklus Hidup Aset
(Sumber:Hindrawan,dkk, 2006)


a.       Fase perencanaan adalah fase identifikasi kebutuhan yaitu ketika ada permintaan atas aset.
b.       Fase pengadaan, yaitu ketika aset dibeli, dibangun atau dibuat.
c.       Fas epengoperasian dan pemeliharaan, yaitu ketika aset digunakan untuk tujuan yang telah ditentukan. Fase ini diselingi dengan pembaruan, pergantian atau perbaikan secara periodik atas aset yang rusak.
d.       Fase penghapusan dilakukan ketika umur ekonomis suatu aset telah habis atau ketika kebutuhan atas pelayanan yang disediakan aset telah hilang.


Menurut Sugiama (2013:26), sebuah aset akan memasuki sebuah siklus kehidupan dengan melalui alur sejak pengadaan (pembelian) hingga barang tersebut dialihkan atau dimusnahkan.

 (Sumber: Sugiama,2017)

Secara umum, setiap aset yang dikelola melewati alur :


  1. Perencanaan kebutuhan aset
Rangkaian kegiatan untuk menentukan tujuan yang harus dicapai, memformulasikan strategi, menentukan dan memperhitungkan berbagai faktor yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan, dan menerapkan semua langkah untuk memperoleh aset yang diperlukan.

  1. Pengadaan aset
Kegiatan untuk memperoleh atau mendapatkan aset/barang maupun jasa baik yang dilaksanakan sendiri secara langsung oleh pihak internal, maupun pihak luar sebagai mitra atau penyedia/pemasok aset bersangkutan.
Contohpengadaan aset :

Pembangunan Kantor/Mal Pelayanan Publik
(Sumber: Gilbert,2019)
 
  1. Inventarisasi aset
Serangkaian kegiatan untuk melakukan pendataan, pencatatan, pelaporan hasil pendataan aset, dan mendokumentasikannya baik aset berwujud maupun aset tidak berwujud pada satu waktu tertentu.

  1. Legal audit aset
Pemeriksaan (audit) untuk mendapat gambaran jelas dan menyeluruh terutama mengenai status kepemilikan, sistem dan prosedur penguasaan (penggunaan dan pemanfaatan), pengalihan aset, mengidentifikasi kemungkinan terjadinya berbagai permasalahan hukum, sereta mencari solusi atas masalah hukum tersebut.
Contoh legal audit aset :

Sekolah Dasar yang sudah memiliki izin pembangunan
( Sumber: Gilbert,2019)

  1. Penilaian aset
Serangkaian kegiatan menilai aset yang dimiliki sehingga dapat diketahui nilai kekayaan aset tersebut.

  1. Pengoperasian dan pemeliharaan aset
Pengoperasian adalah kegiatan menggunakan/memanfaatkan aset seuai dengan tugas pokok dan fungsi dari aset yang bersangkutan. Pemeliharaan aset adalah kegiatan memperbaiki seluruh aset agar berfungsi seperti semula.

  1. Pembaharuan/Rejuvenasi
Rangkaian kegaiatan mengganti aset atau memperbaiki suku cadang agar aset dapat dioperasikan sesuai dengan harapan.

  1. Penghapusan aset
Kegiatan untuk memusnahkan atau mengalihkan aset

  1. Pemusnahan aset
Kegiatan yang dilakuakn apabila aset sudah tidak dapat diperbaiki dan sudah tidak memungkinkan untuk digunakan kembali.

  1. Pengalihan aset
Kegiatan memindahkan hak, wewenang, dan tanggung jawab atas aset melalui penjualan, menyertakan dalam modal, atau hibah.   


D. Tujuan Manajemen Aset


Secara umum, tujuan manajemen aset adalah utuk pengambilan keputusan yang tepat agar aset yang dikelola berfungsi secaraefektif dan efisien (Sugiama,2013:16). Efektif berarti aset yang dikelola dapat mencapai tujuan yang diharapkan organisasi bersangkutan. Efisien berarti mengguakan sumber daya serendah mungkin untuk mendapat hasil yang tinggi.
Jika dinyatakan lebih spesifik, maka tujuan manajemen aset yang lebih rinci adalah agar mampu:
  1. Meminimasi biaya selama umur aset bersangkutan
  2. Dapat menghasilkan laba maksimum, dan
  3. Dapat mencapai penggunaan serta pemanfaatan aset secara optimum.

Berikut adalah contoh aset berdasarkan peminatan yang saya minati




Pesona Alama Residence adalah suatu perumahan yang berlokasi di Padaasih, Kec. Cisarua,Kabupaten Bandung Barat. Perumahan ini bisa digolongkan kedalam perumahan yang baru saja berdiri, bisa dilihat dari masih adanya beberapa real estate berupa rumah yang masih dalam tahap pembangunan. Rumahnya yang menggunakan konsep rumah modern dan letaknya yang jauh dari kota, tepatnya berada di daerah pegunungan, membuat Pesona Alam Residence memiliki daya tariknya tersendiri.  Hal inilah yang bisa menghasilkan jumlah keuntungan yang bahkan bisa mencapai miliaran rupiah bagi sang developer. Property ini juga bisa menjadi sarana investasi yang baik bagi para penghuni disini, mengingat harga property yang semakin lama semakin naik



sumber :
  
Hadinata, Acep. 2011. Bahan Ajar Manajemen Aset. Jakarta: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.
Hastings, Nicholas A.J.2010. Physical Asset Management. Melbourne: Springer.
Hindrawan, dkk. 2006. Manajemen atas Real Properti dan Aset Publik. Jakarta. Lembaga Pengkajian dan Keuangan Publik dan Akuntan.
Kompasiana.com. (2015, 28 Januari). Merek vs Logo! Apakah Perbedaannya?. Diakses pada 27 Desember 2019.
Sugiama, A Gima . (2017). Pemahaman Dasar Manajemen Aset [PowerPoint Slides].
Sugiama, A Gima. 2010. Pengantar Bisnis Pariwisata, Buku Bahan Ajar Usaha Perjalanan Wisata, Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Bandung
Sugiama, A Gima. 2013. Manajemen Aset Pariwisata. Bandung: Guardaya Intimarta.












 

Comments